RAPAT KOORDINASI PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DAN PENYELENGGARAAN WORKSHOP UNTUK NAZHIR PRODUKTIF TAHUN 2017

Siak – Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Wakaf Produktif dan Penyelenggaraan Workshop untuk Nazhir Produktif Kabupaten Siak Tahun 2017 bertempat di Ruangan Raja Indra Pahlawan Room kompleks perkantoran Bupati Siak, Selasa (19/09/17). Acara Rakor ini dibuka langsung oleh Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si dan dihadiri oleh Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Siak, Kasubdit Edukasi, Inovasi dan Kerjasama Zakat Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, H. M. Fuad Nasar, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dan peserta rakor yang terdiri dari seluruh pengurus BWI Kab. Siak, Kepala KUA Se-Kab. Siak, seluruh nadzir Desa, ormas Islam dan yayasan yang berada di Kab. Saik serta jajaran instansi pemerintah Kab. Siak.
Dalam sambutannya, Syamsuar menyampaikan, “Wakaf tidak hanya berupa bangunan atau pun tanah, akan tetapi uang pun sekarang juga sudah bisa di wakafkan sebagai amal jariyah bekal kita nantinya” kata Syamsuar mengawali sambutannya. Kata orang nomor satu di negeri istana ini, Kabupaten Siak merupakan daerah yang mayoritas penduduknya beragama islam. Karena itu apabila wakaf produktif ini dimaksimalkan maka akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua BWI Siak yang diwakili oleh Husni Merza, BBA. MM Divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Wakaf BWI Perwakilan Kab. Siak Sekaligus ketua panitia pada acara tersebut dalam laporannya menyampaikan tentang upaya optimalisasi pengelolaan tanah wakaf serta permasalahan Tanah Wakaf yang berada di Kabupaten Siak, BWI berupaya untuk dapat memfungsikan tanah wakaf dengan optimal oleh karena itu diperlu kerjasama semua pihak agar permasalahan tanah wakaf di Kabupaten Siak ini dapat terselsaikan dengan baik.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs. H. Muharom dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan Tanaf Wakaf di Kabupaten Siak saat ini sudah banyak yang terdata walaupun belum secara keseluruhan. “Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab Kita semua untuk melakukan pendataan secara administrasi sehingga bisa dimanfaatkan sesuai dengan penempatannya. Dan pada hari in, bagi wakaf yang telah terdaftar akan kita bicarakan bagaimana mengelolanya agar produktif dan tumbuh kembang demi kemaslahatan dan kesejahteraan ummat“, ungkap Muharom”.
Kepala Sub direktorat Edukasi, Inovasi dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia H. M. Fuad Nasar, S.Sos. M.Si yang bertindak menjadi narasumber utama dalam rakor tersebut menyampaikan fakta wakaf di Indonesia. Diantara fakta wakaf yang disampaikan adalah, luas lahan wakaf di Indonesia sebesar 3.492.045.373 m2 (3,3 Milyar m2 = 349.204,5 ha) dianalogikan 5x lebih luas dari Negara Singapura dan Provinsi Jakarta.
Sementara itu, jumlah lahan wakaf senilai Rp. 600.000.000.000.000,00 (600 Triliyun). Potensi yang besar ini sayangnya dibarengi dengan realita kesadaran berwakaf yang belum sepenuhnya terwujud. Adapun permasalahan lainnya adalah, lahan yang akan diwakafkan seringkali berupa lahan yang; Berada jauh di Pedalaman, Tidak Mampu Lagi Diurus Oleh Pemilik, Sulit Untuk Dijual dan terkait dengan adanya permasalahan sengketa.

IMG_0228 IMG_0237 IMG_0238 IMG_0240 IMG_0245 IMG_0248 IMG_0250 IMG_0257 IMG_0265 IMG_0271 IMG_0279 IMG20170919212109 IMG20170919212134 IMG20170919212247 IMG20170920083409

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *